Ini bukan surat cinta (Part II)

DIBATAS BAYANG SEMU

Tuhan ciptakan engkau dalam rupa yang sempurna; menurutku.
Entah karena aku menilaimu dari ketidaksempurnaanku.
Sosokmu mampu membuat emosiku tak terkendali, tak bisa menahan gejolak ambigu hati.

Aku tidak faham dengan perasaanku ini,
Terlalu gegabah bila ku bilang aku mencintaimu, karena pada dasarnya kau dan aku tidak saling tahu.
Ada gemuruh merasuk kepalaku.
Percis ketika langit menunda-nunda akan turun hujan.
Aku dan dirimu Tuhan takdirkan berbeda.
Kau yang sudah bahagia dengan pilihanmu.
Dan aku yang masih sibuk berdoa dipersatukan denganmu.
Lucu bukan?
Tertawalah dengan bebas.
Aku memang patut ditertawakan.

Dibatas bayang semu ini aku merunduk penuh pengharapan,
Kedengarannya lucu, namum memang ini inginku.
Takkan Tuhan biarkan kau terlalu lama membuang waktumu.
Berbaliklah sayang!
Ada yang menunggumu dibelakang.
Kau tak pernah melihatnya?
Atau kau tak tahu arah?
Kau tak perlu berlari dengan kakimu.
Cukup hati dan perasaanmu saja.
Biarkan mereka bebas bebas mencari, apa yang membuatnya bahagia.

Ia tidak akan selalu terbuka sayang.
Ada masanya ia terkunci untuk orang lain dan menutup celah kecil sekalipun untukmu.
Biarkan kini ia pahit-pahit dengan perasaanku,
Supaya nanti manis-manis dengan perasaanmu.
Biarkan ruang ini kosong.
Biarkan kau dan dia melebihi segalanya.
Biarkan aku belajar menunggu.
Hingga tak tahu malu.

Jika perasaanku adalah bom waktu.
Ia akan habis hanya untuk merangkai kata menjadi gambaran sosokmu sebenarnya.
Sekarang aku mengagumimu,
Esok aku menunggumi.
Namun lusa janjiku tak akan sama.
Jaga dirimu baik-baik didalam dekapannya.
Dekapan yang selalu menghangatkanmu, walau tak sehangat sikapmu.

Sampaikan pada kekasihmu.
Aku bukan ingin memiliki semestanya.
Aku hanya ingin membuat semestanya lebih bahagia tanpanya.




@calonistrikamu_


INI BUKAN SURAT CINTA.


Entah dari mana aku harus memulai, yang harus kau tahu tulisan ini kutulis dari relung hati yang sengaja aku siapkan untukmu.

MENGAGUMIMU DALAM DIAM
 MEMELUKMU DALAM DOA

Kamu tahu ada yang selalu memperhatikanmu?
Kamu tahu ada yang kehilangan bila tak melihatmu sehari saja?
Kamu tahu ada yang menunggumu lewat depan kelasku?
Kamu tahu ada yang sibuk mencaritahu semua tentangmu?
Kamu tahu ada yang hafal baju-bajumu?
Kamu tahu ada yang hafal semua teman-teman dekatmu?
Kamu tahu ada yang mengagumimu dari kejauhan? Menunggumu menyapa duluan?

Tidak semua kamu tahu…

Andai saja mulut bisa bebas berbicara tanpa hati merasakan malu.
Andai saja aku punya keberanian lebih untuk menyapamu terlebih dahulu.
Andai saja apa yang kurasakan sama halnya dengamu.
Andai saja perasaanku bisa dicegah.
Menahan semuanya tanpa celah.
Kau ku kagumi hanya bisa kulihat tanpa bisa ku sentuh.
Estetika dirimu nyatanya membawaku masuk dalam bayang khayal tingkat tinggi.
Keberanianku seolah terhalangi gengsi tingkat dewa.
Keinginanku merusak daya fikir jernihku.
Kamu..kamu…hanya kamu yang ada diotakku.
Walau tetap Tuhanku yang ku ingat nomor satu.
Aku takut kau bilang bukan wanita baik-baik.
Karena memang wanita ditakdirkan untuk menunggu bukan?
Sampai kapan aku tetap menjadi pengagum rahasiamu?
Sampai sosokmu tak dapat lagi aku harapkan.
Jangan pergi…
 
Tetaplah disitu sampai wadah pengisi keberanianku penuh.
Saat ini ia masih sebatas berani melihatmu dari jauh.
Berani mencaritahu aktifitasmu lewat jejaring sosialmu.
Berani mengikutimu tanpa berani mendahului.
Berani memanggil namamu hanya didepan teman-temanku.
Berani mencintaimu walau aku tahu pada akhirnya aku akan menyesal.
 
Aku tahu kau sadar akan semua aktifitas anehku.
Aku tahu kau melihatku dengan tatapan penuh tanya.
Hanya ada dua kemungkinan ketika kau melihat kearahku.
Kau sadar ada yang memperhatikanmu atau kau merasa risih dengan kelakuanku.
Aku iri padanya.
Dia yang selalu kau hubungi via blackberry-mu.
Dia yang bisa membuatmu asik sendiri dengan dunia dalam blackberry-mu.
Dia yang tak sungkan menulis di dinding facebookmu.
Walau tak kau komentari atau-pun hanya sekedar menyukai kirimannya.
Tapi aku tahu, kau menyukainya.
Berhenti menatapku seperti itu, karena aku menatapmu tak pernah dusta.
Menjelaskan apa yang kurasa melalui tatapan dan menuangkannya lewat tulisan.
Tatapan hangat namun tak lama.
Tulisan sederhana namun sarat makna.
Tetaplah menjadi dirimu yang bisa aku lihat tanpa bisa ku genggam.

Sudahlah..ini hanya obsesi gila-ku saja.

 

Untukmu laki-laki yang selalu kulihat tak pernah sendiri..

Pages

viewers

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Followers

Tentang Saya

Blogroll

Blogger templates

Blogger news