INI BUKAN SURAT CINTA.
Entah dari mana aku harus
memulai, yang harus kau tahu tulisan ini kutulis dari relung hati yang sengaja
aku siapkan untukmu.
MENGAGUMIMU DALAM
DIAM
MEMELUKMU DALAM DOA
Kamu
tahu ada yang selalu memperhatikanmu?
Kamu
tahu ada yang kehilangan bila tak melihatmu sehari saja?
Kamu
tahu ada yang menunggumu lewat depan kelasku?
Kamu
tahu ada yang sibuk mencaritahu semua tentangmu?
Kamu
tahu ada yang hafal baju-bajumu?
Kamu
tahu ada yang hafal semua teman-teman dekatmu?
Kamu
tahu ada yang mengagumimu dari kejauhan? Menunggumu menyapa duluan?
Tidak semua kamu tahu…
Andai
saja mulut bisa bebas berbicara tanpa hati merasakan malu.
Andai
saja aku punya keberanian lebih untuk menyapamu terlebih dahulu.
Andai
saja apa yang kurasakan sama halnya dengamu.
Andai
saja perasaanku bisa dicegah.
Menahan
semuanya tanpa celah.
Kau ku
kagumi hanya bisa kulihat tanpa bisa ku sentuh.
Estetika
dirimu nyatanya membawaku masuk dalam bayang khayal tingkat tinggi.
Keberanianku
seolah terhalangi gengsi tingkat dewa.
Keinginanku
merusak daya fikir jernihku.
Kamu..kamu…hanya
kamu yang ada diotakku.
Walau
tetap Tuhanku yang ku ingat nomor satu.
Aku
takut kau bilang bukan wanita baik-baik.
Karena
memang wanita ditakdirkan untuk menunggu bukan?
Sampai
kapan aku tetap menjadi pengagum rahasiamu?
Sampai
sosokmu tak dapat lagi aku harapkan.
Jangan
pergi…
Tetaplah
disitu sampai wadah pengisi keberanianku penuh.
Saat
ini ia masih sebatas berani melihatmu dari jauh.
Berani
mencaritahu aktifitasmu lewat jejaring sosialmu.
Berani
mengikutimu tanpa berani mendahului.
Berani
memanggil namamu hanya didepan teman-temanku.
Berani
mencintaimu walau aku tahu pada akhirnya aku akan menyesal.
Aku
tahu kau sadar akan semua aktifitas anehku.
Aku
tahu kau melihatku dengan tatapan penuh tanya.
Hanya
ada dua kemungkinan ketika kau melihat kearahku.
Kau
sadar ada yang memperhatikanmu atau kau merasa risih dengan kelakuanku.
Aku
iri padanya.
Dia
yang selalu kau hubungi via blackberry-mu.
Dia yang
bisa membuatmu asik sendiri dengan dunia dalam blackberry-mu.
Dia
yang tak sungkan menulis di dinding facebookmu.
Walau
tak kau komentari atau-pun hanya sekedar menyukai kirimannya.
Tapi
aku tahu, kau menyukainya.
Berhenti
menatapku seperti itu, karena aku menatapmu tak pernah dusta.
Menjelaskan
apa yang kurasa melalui tatapan dan menuangkannya lewat tulisan.
Tatapan
hangat namun tak lama.
Tulisan
sederhana namun sarat makna.
Tetaplah
menjadi dirimu yang bisa aku lihat tanpa bisa ku genggam.
Sudahlah..ini
hanya obsesi gila-ku saja.
Untukmu
laki-laki yang selalu kulihat tak pernah sendiri..
07.49 | | 0 Comments
Langganan:
Komentar (Atom)
Pages
viewers
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
Bicara soal cita-cita, jika ditanya apa cita-citamu? Mungkin untuk pertanyaan yang satu ini saya harus berfikir lebih mendalam. Kok bisa? M...
-
SEWINDU Sudah sewindu ku didekatmu.. Ada disetiap pagi disepanjang harimu.. Tak mungkin bila engkau tak tahu bila ku menyimpan ras...
-
Seiring dengan keinginan kecil yang tak berujung, disela-sela nafas yang tak akan pernah berhenti sampai yang maha pemberi kehendak men...
-
Entah dari mana aku harus memulai, yang harus kau tahu tulisan ini kutulis dari relung hati yang sengaja aku siapkan untukmu. MENGAG...
-
KENAPA SIH MASIH DIPERTAHANKAN? Jaka dan esih sudah berpacaran selama 5 tahun 12 bulan, dalam rentan waktu yang lama itu jaka dan esih...
-
DIBATAS BAYANG SEMU Tuhan ciptakan engkau dalam rupa yang sempurna; menurutku. Entah karena aku menilaimu dari ketidaksempurnaanku. ...
-
Tuan apakah kau tahu betapa tersiksanya aku kini dilanda rindu? Aku tidak menge...
-
LAGI BINGUNG YA MAU KULIAH JURUSAN APA? Well hal ini emang udah jadi hal lumrah buat anak SMA kelas 12 yang se...
-
“ waktu kecil dulu mereka mentertawakan, mereka memanggilku gajah” Beberapa bait lagu Tulus yang berjudul “GAJAH” Hai.. Masa ke...
-
hi :)) PUNYA ANAK MURID LUCU-LUCU ITU MENYENANGKAN. Awalnya ditawarin ngajar anak SD dalam kondisi masih kuliah itu jujur belu...
Followers
Tentang Saya
- Unknown